A-
 A 
A+
Open login
Artikel Pertolongan Pertama Pertolongan Pertama: Luka Bakar
Pertolongan Pertama: Luka Bakar
Friday, 10 June 2011 23:27    PDF Print E-mail
Luka bakar yang diakibatkan oleh cairan panas adalah kejadian yang paling sering terjadi pada kanak-kanak. Kulit anak-anak jauh lebih sensitif terhadap suhu panas dibandingkan orang dewasa, sehingga mereka lebih gampang dan cepat mengalami luka bakar.  Akibat dari luka bakar ini berbeda-beda, mulai dari yang sifatnya ringan hingga yang dapat mengancam nyawa, sehingga penanganannya pun menjadi berbeda-beda. Beberapa kejadian ada yang cukup / dapat dirawat di rumah, sedangkan lainnya membutuhkan perawatan segera ke rumah sakit (emergency medical care).

Pengawasan oleh orang dewasa adalah faktor terpenting untuk menghindari terjadinya luka bakar pada anak.  Anak-anak memiliki sedikit kontrol terhadap lingkungannya, kurang dalam persepsi terhadap hal-hal yang berbahaya, serta masih belum memiliki cukup kemampuan untuk menghindar dari situasi yang dapat menyebabkan luka bakar ...
 
Petunjuk di bawah dialihbahasakan dari sini dan sini ...
  

Tindakan Awal:

Jika anak mengalami luka bakar serius, segera telfon ambulans (apabila respon ambulans tidak memadai, misalnya lama, segera bawa ke rumah sakit). Sementara menunggu datangnya bantuan, lakukan perawatan sebagai berikut:

Lepaskan kain atau pakaian di sekitar area yang mengalami luka bakar, kecuali kain yang nempel/melekat pada kulit.

Tuangkan dan alirkan air sejuk (bukan air dingin ataupun beku) ke luka bakar hingga rasa sakit berkurang.

Pelan-pelan pasangkan perban / gauze bandage

Apabila anak bangun dan sadar, berilah ibuprofen atau acetaminophen untuk mengurangi rasa sakitnya.

Jangan olesi luka bakar dengan salep, mentega atau ramuan lainnya - hal ini berisiko mengakibatkan luka bakar tersebut semakin parah.

Apabila luka bakar tersebut mengakibatkan kulit menggelembung (blister) dan melepuh, jangan dikelupas.



Bawalah Ke Rumah Sakit Jika Anak Anda:

Area luka bakar cukup besar (tutupi luka bakar dengan kain lembut atau handuk bersih).

Luka bakar disebabkan oleh api, kabel listrik atau stop kontak atau bahan kimia.

Luka bakar terjadi pada wajah, tangan, kaki, sendi atau kemaluan.

Luka bakar kelihatan sudah mengalami infeksi (membengkak, bernanah, atau semakin merah).


Pencegahan:

Berhati-hatilah saat menggunakan lilin, pemanas ruangan dan setrika.

Jauhi anak-anak dari radiator.

Waspadalah dengan air minum yang panas.

Cek suhu air di bak mandi anak sebelum mencemplungi mereka ke dalamnya.

Pasanglah alarm asap dan periksa batrenya setidaknya sekali setiap bulan.

Simpanlah alat pemadam kebakaran portabel di dekat dapur.

Jangan perbolehkan anak-anak bermain di dapur saat seseorang sedang memasak.

Jangan memasak sambil menggendong anak.

Hindari menggendong atau mengangkat anak sambil memegang air / cairan panas.

Jangan meletakkan cangkir panas pada cup holder di kereta dorong bayi.

Saat akan makan, letakkanlah semua yang panas mendekati tengah meja, bukan di tepi.

Jangan pernah memanaskan susu yang ada di botol susu dengan menggunakan microwave oven, terutama jika menggunakan plastic bottle liners.  Susu panas di dalamnya dapat muncrat dan tumpah ke bayi.


Disclaimer: Artikel ini hanya memberikan petunjuk secara umum dan belum tentu berlaku sama pada kejadian yang anda alami.  Apabila anda ragu, sebaiknya tetaplah berkonsultasi ke dokter atau membawa korban ke rumah sakit agar dapat memperoleh tindakan yang tepat.  Babytoyboxonline semata-mata mengalihbahasakan dari artikel yang berbahasa asing agar dapat menjadi referensi bagi kita bersama.

blog comments powered by Disqus